Bank Indonesia Larang Pengunaan Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran Di Indonesia

BI Larang Bitcoin

Bank Indonesia (BI) melarang penggunaan Bitcoin sebagai alat pembayaran di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dengan gencarnya Bank Indonesia mensosialisasikan virtual currency seperti Bitcoin tidak boleh digunakan sebagai alat pembayaran. Sebab, satu-satunya alat pembayaran yang sah di Indonesia adalah mata uang rupiah.

Namun, beredar berita kalau saat ini ada sekitar 700 ribu masyarakat Indonesia yang berinvestasi di bitcoin. Rata-rata dari pengguna mata uang virtual itu disebutkan ialah kaum milenial.

Menanggapi hal itu, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Onny Widjanarko mengatakan, kalau berita itu benar, maka pihaknya tidak mampu berbuat banyak. Penggunanya hanya mampu mendapatkan risiko atas pilihannya.

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Onny Widjanarko dikala berbicara dalam diskusi terkait sistem pembayaran di Bank Indonesia, Rabu (31/1).

"Kalau sudah terlanjur ya take a risk. Untung atau rugi gitu," ungkapnya di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (31/1).

Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat semoga tidak memakai bitcoin maupun berinvestasi pada mata uang virtual lainnya. Pasalnya, kalau itu dilakukan, kestabilan sistem moneter Indonesia akan terancam.

"Harapan kami jangan meluas dulu sebelum jelas. Kalau sudah terperinci para pembeli yang gres silahkan ambil keputusan. Bahayanya itu besar. Kita ingatkan lagi bahwa kita mencar ilmu pada insiden yang tejadi di banyak sekali negara," tegasnya.

Jika imbauan dari bank sentral tak mampu digubris, lanjut Onny, pihaknya tidak mampu berbuat banyak. Namun, dirinya mengingatkan penggunaan mata uang selain rupiah akan dikenakan hukuman oleh negara.


"Kalau berani take and risk ya silahkan pelihara. Kalau nggak berani coba saja dikembalikan. Bisa atau enggak. Kami melihatnya bagi yang belum jangan. Risiko besar," tandasnya.

0 Response to "Bank Indonesia Larang Pengunaan Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran Di Indonesia"

Iklan 1

Iklan 2

Iklan 3

Iklan 4

loading...